Warung Rindu : Ketika Rindu Makan Kembulan Ini Terjadi | @WarungRindu_DIY

Selalu rindu kebersemaan, dibalik kesehari-harian yang lebih menikmati aktifitas sendiri , hanya sekedar duduk di depan laptop, di sebuah coffee shop tanpa ada percakapan produktif maupun receh. Kali ini saya "dipaksa" menikmati kebersamaan di Warung Rindu. Saya dipaksa mengakui kerinduan saya makan bersama dengan teman-teman tanpa kenal waktu.




Warung Rindu juga ini sebenarnya hanya sebuah hasil rebranding dari Kongkalikong yang cukup terkenal sebelumnya. Masih mempertahankan beberapa menu kongkalikong seperti pasta dan pizza. Warung Rindu mengandalkan menu bancakan yang bisa dinikmati lebih dari dua orang bersama-sama. Intinya kita dipaksa datang beramai-ramai kalau ingin lebih menikmati menu bancakan ini.




Nasi, lauk, dan lalapan disajikan di atas daun pisang. Nasi liwet, dengan aneka lauk khas sunda, sambal dan lalapan jadi satu. Kita juga "dipaksa" makan dengan tangan tanpa sendok dan garpu. Tidak ada yang namanya makan cantik, dan sok jaim di depan lawan makan kita. Oleh karena lebih pantas ke sini dengan teman dekat bukan dengan orang yang masih kita basa-basiin sehari-harinya.




Saya suka sekali dengan konsep ini, walaupun dari segi citarasa sudah tidak terlalu sunda, sudah memasuki tahap fusion jawa dan sunda. Namun seengaknya kerinduan saya akan bancakan terobati. Tidak perlu jauh-jauh ke Sunda.




Warung Rindu

Jl. Tamansiswa no 17

60k - 110k (perpaket 2 porsi)

8 am - 11 pm


No comments:

Post a Comment