Warong Kafein : Sepercik Pontianak di Jogja | @warongkafein.yk

Postingan ini mungkin salah satu postingan saya yang cukup emosional. Saya dan Pontianak entah kenapa punya ikatan yang cukup kuat. Lebih dari saya dan Bandung. Padahal saya belum pernah ke Pontianak.





Saya mencoba kuliner khas Pontianak, bernama Kwetiau Sapi 6 tahun yang lalu, sampai akhirnya warung yang berada di Sagan ini harus tutup karena sang tukang masak harus pulang ke Pontianak. Kemudian saya bertemu dengan chai kwe, dumpling sayur khas Pontianak. Saya langsung jatuh cinta, terutama dengan chai kwe kucai. Waktu itu belum ada penjualnya. Sampai akhirnya saya kembali harus jatuh cinta dengan kuliner khas Pontianak juga. Bubur Pedas, yang saya coba untuk pertama kalinya di Warong Kafein, kedai kopi baru di Jogja yang mengusung menu khas Pontianak.



Sampai di warung saya langsung disambut aksen melayu,dan menu yang ditulis menyajikan menu minum dan makanan khas pontianak. Saya pesan Es Jeruk Sambal, atau jeruk kecil. Beda dengan es jeruk khas Jogja yang lebih terasa seperti air gula, es jeruk kecil ini punya citarasa asam dan segar yang susah disamai es jeruk biasa. Kemudian ada menu cemilan Kroket. Ini biasa disebut pastel kalau di sini. Kroket disini ada kroket daging cincang dan kroket bihun. Di cocol di sambal cair yang biasa dipakai untuk cocolan chai kwe. Kemudian ada cemilan berupa keripik basah, sekilas seperti pempek/otak otak goreng.




Kemudian menu andalannya, Es Kopi Tarik. Pol nampol. What a kick in the head. Sudah lama rasanya minum kopi yang berhasil membuat saya ditendang. Belakangan saya lebih sering minum kopi arabica daripada pure robusta seperti ini.



JRENG..JRENG andalannya datang. Bubur Pedas Pontianak.
Sekilas mirip dengan bubur biasa, namun dengan taburan ikan asing, kacang, dan potongan rawit. Rasanya luar biasa enak. Saya hanya bisa diam mencoba bubur pedas ini pertama kali. Shock. Saya bukan penggemar bubur, tapi saya bisa makan ini dua porsi sekaligus saat ini. Ini sekaligus mempertahankan rekor saya. Tidak ada makanan khas pontianak  yang saya tidak suka. Saya jatuh cinta.



Sayang saya tidak sempat mencoba chai kwe karena tidak ada di menu. Namun itu bukan masalah, karena saya sudah sering mencoba di tempat lain. Bubur Pedas yang hanya ada di hari Sabtu dan Rabu ini wajib jadi menu pertama yang kamu coba di sini.

Oh secangkir kopi tarik, bubur pedas, dan obrolan-obrolan dengan aksen melayu yang kental. Saya jadi ingin ke Pontianak.


Warong Kafein
Jl Wonocatur, Banguntapan , Bantul
Mulai 3k
2 pm - 12 am




No comments:

Post a Comment