Saya dan Bakpiapia

This is not an Ad. This is a real experience story.

Terlepas dari strategi marketing Bakpiapia yang memang sangat boom sekali, saya sendiri baru berkesempatan mencobanya 1 tahun yang lalu ketika diundang ke outletnya di Jalan Dagen.



Entah kenapa, gigitan pertama saya langsung membuat saya tidak bisa berkutik, saya jatuh cinta. Waktu itu  blueberry cheese yang saya coba, salah satu dari banyak varian Bakpia Blasteran . Kemudian Bakpia Blasteran Nanas sampai puncaknya waktu saya mencoba Bakpia Blasteran Tuna Pedas. Saya jatuh cinta tak tertahan lagi, cuma ada Bakpiapia di pikiran saya waktu ditanya bakpia favorit sejak itu.



Jujur saya tidak dilahirkan dengan 'lidah manis' layaknya warga asli jogja lain. Saya bukan pecinta manis, bakpia sendiri bukan makanan favorit saya. Bakpia dengan kacang ijo hanya mampu masuk maksimal 2 buah ketika dihidangkan ke saya.



Namun bakpiapia entah kenapa punya 'magic' sendiri, sejak icipan pertama saya di Outlet Dagen waktu itu saya selalu bersemangat setiap diminta untuk mencoba varian baru Bakpia Blasteran yang baru setiap bulan. Mulai dari varian Bakpia Blasteran duet dengan Soulfood Nanduto, spesial diskomfest Bakpia single kacang merah spesial diskomfest, bakpia with choco fountain , Bakpia Blasteran Ayam Geprek sampai duet favorit saga adalah Bakpia hasil duet dengan JAFF, Desember lalu yang menghasilkan Bakpia Bulgogi, Bakpia Gyoza dan Bakpia Chicken Lemon. Damn!!! Itu 3 rasa terenak yang pernah saya coba dari Bakpia Blasteran. Foodgasm!



Selain Bakpia Blasteran, sebenarnya ada varian Bakpia Single di Bakpiapia yang jadi favorit saya, Bakpia Cokelat. Cocok buat yang nggak terlalu suka manis. Bakpia Cokelat punya perpaduan unik dari rasa bitter cokelat dan manis cokelat yang balance. Perfect. Menurut saya emang udah waktunya sih nggak terjebak pemikiran jadul bahwa bakpia harus selalu kacang ijo atau kumbu putih.



Singkat kata, ada 2 kata yang tepat untuk menyimpulkan produk Bakpia Blasteran dan Bakpia Cokelat favorit saya ini.
Modern dan Enak. Karena menurut saya inovasi modern sendiri nggak akan cukup kalau tidak memiliki rasa enak yang bisa diterima masyarakat.



Last but not least, saatnya membuka hati kamu untuk bakpia yang lain. Jangan menjadi menjengkelkan dan keras kepala bertahan bakpia langgananmu yang terenak. Kamu akan merugi...gi ..gi ..gi.

No comments:

Post a Comment