Sultan Agung Cuisines



Sangat tidak adil rasanya menilai keseluruhan sebuah restoran padahal kita hanya mencoba 2-3 menunya. Maka dari itu saya berusaha sebisa mungkin seobjektif mungkin menulis postingan ini. Maafkan bila saya tiba-tiba khilaf di tengah post, sebisa mungkin saya sudah berusaha tidak memasukkan emosi ke postingan ini.


Sultan Agung Cuisines, sebuah resto besar yang baru dibuka 6 Maret kemarin di Jalan Sultan Agung. Sekilas menyajikan menu dengan 3 variasi, Chinese Food, Indonesian Food, dan Western Food. Restoran keluarga ini punya tempat yang luas dan kelihatan cukup nyaman. Ada dua lantai, lantai 2nya punya view yang cukup menarik.




Kemudian soal pelayanan,..(menghirup nafas panjang)

Sangat disayangkan, product knowledge waiter dan waitress masih belum terlalu bagus. Banyak menu yang saya tanyakan belum bisa dijawab oleh mereka. Banyak pertanyaan saya diakhir dengan 'nggak tahu' instead of 'saya tanyakan sebentar ya kak'. Meminta menu rekomendasipun adalah hal yang sia-sia, tidak ada jawaban yang memuaskan. Sedih.

What the freck is going on. 


Rasanya seperti bertanya kepada pelayan yang baru saja di hire 2 jam yang lalu.

Saya gampang ilfil. Sangat disayangkan sekali, makanan yang disajikan tidak mampu menghilangkan rasa ilfil tersebut.


Nasi Bakarnya not bad sih, nasi gorengnya cenderung hambar, dan untungnya kawista squashnyalah yang lumayan menyegarkan kepala saya yang mulai panas.


Dessertnya, Napoleon Pastry. No comment. Saya kehabisan kata-kata.


I'm not going to talk more about the food in this post. I lost my appetite. Maafkan, ini semua terlalu berat untuk saya.

Kalau kamu berencana kesini, saya sarankan menunggu beberapa minggu lagi atau 2 bulan lagi. Semoga banyak yang bisa dibenahi lagi oleh manajemen. Semangat kakak.

Menyajikan 3 makanan dengab genre berbeda dalam satu restoran memang tidak pernah mudah.

Sultan Agung Cuisines

Jl Sultan Agung sebelum ex Bioskop Permata

10.00 - 22.00

Range 15 - 50 k





8 comments:

  1. Saya memang sangat ingin mengunjungi resto baru ini, Sultan Agung Cuisine. Not because of the food tetapi resto itu dulu adalah rumah kami sekeluarga, dari kecil hingga sarjana, menikah dan berpencar. Ingin melihat apakah masih ada sisa-sias kenangan masa lalu. Kalau dari penampilan luar sih masih sama , kecuali catnya.
    Rumah tsb mengalamai 3 jaman: Belanda, Jepang dan Kemerdekaan. Seperti juga semua rumah di blok tersebut. Termasuk rumah Jenderal Besar Sudirman yang sekarang jadi museum.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jadi sedih neh begitu tau itu rumah kenangan...so sayang bgt Di jual....
      But it's ok wae njeh...
      Sukses selalu Buat Ibu Sri sekeluarga...salam...

      Delete
    2. Jadi sedih neh begitu tau itu rumah kenangan...so sayang bgt Di jual....
      But it's ok wae njeh...
      Sukses selalu Buat Ibu Sri sekeluarga...salam...

      Delete
  2. Saya kemarin mengunjungi resto ini bersama keluarga besar saya. Kami kesana atas rekomendasi salah satu teman mama saya di sebuah komunitas. Jujur ekspetasi kami tinggi. Ketika sampai sana, kebetulan parkiran penuh, jadi kami harus parkir di sebrang jalan.
    Masuk ke dalam, semakin kami suka resto ini yang sepertinya cocok untuk makan malam keluarga. Kami memesan 7 menu indonesian food.
    10 menit kemudian, minuman sudah datang...not bad lah
    tapi sampai 30 menit, makanan kami tak kunjung datang. Anak-anak mulai tidak betah karena sudah jam 8 malam dan makanan tak kunjung datang.
    saya mencoba bertanya ke pelayan, dan mereka hanya menjawab "sebentar"
    Lalu datang 3 pesanan kami, tapi selanjutnya tidak datang kembali sampai jam setengah 9.
    saya bertanya lagi, pelayan nampak grusak grusuk terus menghilang dan tetap pesanan kami tidak diantar.
    Pukul 8.45 saya bertanya lagi, pelayan terlihat sibuk sendiri lalu menghilang lagi.
    jam 9, kami pun memutuskan untuk membatalkan pesanan dan memilih pulang daripada lebih kecewa lagi
    Yang lebih pahit lagi, tidak ada penjelasan tentang pesanan kami, bahkan tidak ada permintaan maaf.
    mungkin benar mungkin lebih baik datang ke resto ini beberapa bulan kedepan dan mungkin lebih baik tidak datang ketika weekend.

    ReplyDelete
  3. Sayang banget padahal rumah masa kecil ibu sri prihatini malah jadi resto..
    Setelah melihat review resto dan muncul komen dari pemilik rumah, malah lebih menarik dengan kisah rumah itu..

    ReplyDelete
  4. Sayang banget padahal rumah masa kecil ibu sri prihatini malah jadi resto..
    Setelah melihat review resto dan muncul komen dari pemilik rumah, malah lebih menarik dengan kisah rumah itu..

    ReplyDelete
  5. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  6. What's more, one consistent theme that goes through Indian sustenance is the utilization of various flavors that include a particular flavor and fragrance to every one of the dishes.restaurant listings

    ReplyDelete