Rumput Tetangga Cafe and Resto





Homemade food in the place that feels like home.
 Itu yang ada di benak saya waktu melihat menu di Rumput Tetangga. Menu rumahan, menu yang biasa saya temukan di rumah, kalau Ibu saya sedang tidak banyak pekerjaan, kalau saya sedang menyempatkan diri menghabiskan waktu di rumah bersama anggota keluarga lain. Kebetulan itu ternyata bukan main-main, baru sejenak saya berpikir menu di sini menu rumahan, saya baru tahu ternyata "juru masak" Rumput Tetangga ini adalah sang ibu, dan anak-anaknya membantu secara langsung operasionalnya. Menyenangkan sekali melihatnya, usaha keluarga.
  


Perkenalan saya dibuka dengan bakwan jagung. Kalau orang luar negeri appetizer nya mungkin sup atau bruschetta, mungkin kalau di Indonesia sembari menunggu Ibu menyiapkan hidangan utama, yang hidangan pembukanya ada bakwan jagung hangat atau gorengan-gorengan lainnya. Sedap. Bakwan Jagungnya? Enak tentunya. Apalagi ada Jeruk Nipis sebagai teman pemanisnya.



Kemudian hidangan utama datang. Saya pesan Iga Rawit , menu spesial disini dan menu sayur Caisim. Menu sayur di sini berubah-berubah, tergantung belanjaan sang ibu. Saya malah jadi kepikiran konsep menarik, kayaknya Rumput Tetangga akan lebih menarik konsepnya kalau mereka punya menu special of the day, atau punya menu flexibel yang bervariasi setiap harinya. Oiya balik ke makanannya. Iga Rawitnya sesuai ekspektasi, bumbunya enak banget, kuat marinadenya, meresap sampai dagingnya. Finger lickin good. Menyenangkan makan kotor seperti ini. Lalu ada Sayur Caisim , menu sayur dan berkuah yang cocok jadi teman makan Iga Rawit. So damn good.



Itu aja? Nggak. Seperti yang saya bilang di atas tadi. Rasa-rasanya seperti makan ala fine dining. Dibuka dengan "appetizer" bakwan, main course Iga dan Sayur Caisim, dan diakhiri dengan dessert.Apa penutup manisnya? Kue Lapis. Ada 3 macam, kue lapis legit, kue lapis ketan, dan kue koja, Ini yang terakhir bahaya banget enaknya, kue Koja yang biasa disebut kue 8 jam ini sungguh luar biyasaaaa! Nggak ada di menu, karena kebetulan Ibu sedang masak dan menawarkan kue beserta teh serainya ke kami. Love is in the air, and i feel the love spread along in me.



Singkat kata. There's love of a mother in every dish they served. Menyenangkan merasakan apa yang dirasakan anak-anak dari Ibu, sang juru masak Rumput Tetangga ini. Merasakan setiap cinta yang diberikan di setiap hidangannya. Saya akan kembali lagi demi cinta ini. Kamu juga harus kesini, siap-siap merindukan Ibu, Mama, Bunda, Ambu, Bundo bagaimanapun kamu memanggil ibumu yang tersayang.


Rumput Tetangga
Jl. Laksda Adisucipto Belakang Amplaz
Starts from 9k

3 pm - 11 pm

1 comment:

  1. ini lokasi tepatnya dimana ya? klo ada peta lebih baik :)
    thx

    ReplyDelete