Ruang Seduh Jogja


A lot of things change between me and coffee in 1 year. Maksudnya banyak hal yang berubah sejak saya belajar untuk mengapresiasi kopi lebih baik sejak akhir tahun 2014. Itu pertama kalinya saya ikut Friday Coffee, sebuah acara meet-up kecil yang digagas duo pecinta kopi Yeny dan Asabo, dengan konsep belajar sambil hopping ke berbagai coffee shop di Jogja. Beberapa bulan setelah itu, Friday Coffee mati suri, namun  hampir sebagian peserta Friday Coffee sudah berkecimpung lebih dalam di Coffee Shop. Sebagian jadi Barista, manajer coffee shop dan sementara saya mungkin masih sama, sekedar penikmat biasa yang cuma punya keinginan simpel. Pengen minum kopi enak.


Cukup senang dunia kopi di Jogja mulai merangkak sampai akhirnya melayang drastis menjadi sebuah tren yang menyenangkan di Jogja. Banyak orang mulai mengapresiasi kopi lebih baik, termasuk saya. Sampai akhirnya berdirilah Ruang Seduh , sebuah tempat edukasi yang bertujuan cukup apik untuk mengedukasi coffee lover Jogja. Saya sangat senang. Hari pertama pun saya langsung datang, walaupun hari itu sedang hetic sekali jadwal saya. Sesampai di sana ada 4 macam beans yang bisa kita pilih, 2 beans lokal, 2 beans luar. Sengaja tidak diberi nama katanya khusus hari ini. Saya langsung tertarik ke beans yang ada di pojok kanan.


 Sepanjang mata memandang, warna putih mendominasi Ruang Seduh Jogja. Cukup apik dan eye catching bahasa kerennya. Ada 1 espresso machine, dan 1 manual brewing bar yang cukup canggih (pengen banget ngebawa pulang). Jadi di mini bar itu, sudah all in one  bahasa kasarnya. Air tinggal ambil dari dispenser mini yang sudah nyambung di mini bar, heater sudah ada, scale sudah dipasang, mau buang air tinggal buang ke saluran pembuangan. Ciamik lah, saya nggak tahu nyebutnya apa. Beda banget lah waktu saya nyeduh di rumah haha, banyak geraknya, sementara ini tinggal berdiri, tangan yang gerak.


 Dan... akhirnya Sembalun Peaberry, beans yang saya pilih diseduh. Karena tidak ada teman yang moto, jadi ya mohon maaf kalau tidak ada foto saya waktu nyoba nyeduh sendiri nampang haha. Oh iya, jadi di manual brew barnya, kita belajar nyeduh sendiri dengan metode pour over, menggunakan Walkure. Jadi Walkure ini semacam pour over brewer dari Jerman. Bahannya dari porselin. Lebih simpel dari v60 dkk untuk preparenya, karena tidak menggunakan paper filter. Harganya juga hehe, lumayan mahal. Jadi pengen.


Nah jangan takut buat kesini, justru kamu yang pengen banget belajar kayak saya wajib banget kesini. Nanti ada "petugas jaga" yang ramah dan siap menjawab pertanyaan-pertanyaanmu kok. Kalau kamu mau nyeduh sendiri, mereka dengan sigap pasti bantu kamu. Menyenangkan sekali.


Ruang Seduh mungkin tidak punya tempat yang besar, namun keberadaannya saya yakin akan memberikan bumbu baru dan menarik di dunia kopi  Jogja. Karena pada dasarnya sangat menyenangkan belajar bersama, daripada saling mencaci sesama.

Ruang Seduh
Jalan Tirtodipuran 32 sebelah Papricano
25k
8 am - 9 pm

No comments:

Post a Comment