Culinary Tour Part 1 Bantul


Post kedua tahun ini. Namanya juga lagi niat lihat aja bentar lagi paling ngilang lagi dari blog.
Jadi destinasi kuliner kali ini di Bantul. Salah satu daerah favorit saya buat kulinlaeran, secara rumah saya juga berada di perbatasan Jogja dan Bantul. Kali ini saya kesana bersama 3 teman saya, ketiga-tiganya kebetulan punya akun instagram khusus food juga. @Jogjafood @jogjafoodhunter dan @streetfoodstories . Kebetulan juga semua foto di post ini diprovide oleh kakak @streetfoodstories mohon maklum kalau terlalu bagus ya :p


Tongseng Ayam Sudimoro

Pertama kesini sempet bingung. "Ini kenapa banyak banget orang tua makan disini ya?" Sampai akhirnya saya mencoba Tongseng dan Gulai Ayamnya untuk pertama kali. Damn! Ini mirip banget kayak Tongseng plus Gulai Kambing. Secara tekstur daging dan kuahnya. Setelah banyak tanya akhirnya saya ngerti kenapa banyak orang tua mampir ke warung ini. Daging ayam yang digunakan disini adalah daging ayam jago yang punya tekstur mirip sama daging kambing. Tujuan warung ini dibuat ternyata buat memenuhi permintaan pasar yang kebanyakan orang berumur yang sudah di "blacklist" makan daging kambing. Singkatnya Tongseng Ayam Sudimoro ini berhasil mereplika Tongseng dan Gulai Kambing yang lebih "aman"

Soal rasa? Enak! Saya sekaligus bersyukur masih dibolehi makan daging kambing. Btw, buat yang kurang suka kambing dan sedikit penasaran ama rasanya bolehlah mampir kesini buat sarapan.

Tongseng Ayam Sudimoro
Jalan Jenderal Sudirman, Selatan Pasar Bantul
11k
7 am - habis



Pecel Baywatch Mbah Warno

Saya langsung jawab aja ya pertanyaan yang ada di kepala kalian waktu baca nama warungnya. Jadi pemberian nama Pecel Baywatch ini dikarenakan karena Mbah Warno dan dayang-dayang yang membantu pengoperasian warung ini hanya menggunakan kutang untuk atasannya. Entah kenapa, nama dari Pak Bondan ini melekat erat sampai sekarang dan menggelitik sampai membuat banyak orang penasaran datang ke warung ini.

Warung ini masih sangat tradisional, dari segi dapurnya yang masih sangat tradisional hanya menggunakan kayu sebagai alat bantu pembakaran, tempat makan berupa lincak sederhana dan sistem pembayarannya. Sistem yang saya maksud adalah, Mbah Warno hanya menghitung jumlah kepala yang datang untuk pembayaran. Misal satu orang dihitung 20-25rb. Kalian bisa makan sepuasnya lauk yang disajikan di menu.ebelum

Menu andalannya Mangut Lele , lelenya sebelumnya diasap.Kemudian ada belut goreng, pecel kembang turi, bihun goreng yang super enak dan gorengan. Duh saya jadi kangen lagi kesana.
Wajib coba lah kalau pengen menikmati makan sejogja-jogjanya.

Pecel Baywatch
Jalan Desa Wisata Kasongan
15-20k per orang 
9 am - 7 pm



Ayam Goreng Mbah Cemplung

Nggak perlu diragukan lagi. Ini salah satu Ayam Goreng terenak di Jogja. Ayam diungkep semalaman dengan bumbu sampai empuk dan bumbunya meresap. Kemudian disajikan dengan nasi hangat, lalapan, dua macam sambal, sambal goreng dan sambal korek. Beuuuuuhh! Sedap!

Wajib banget jadi destinasi makan siang yang spesial.

Ayam Goreng Mbah Cemplung
25 - 100k
Dusun Sendang Semanggi, Sembungan, Bangunjiwo, (Masuk Desa Wisata Kasongan)
9 am - 6 pm


Sebenernya masih banyaak banget sih tempat buat kulineran di Bantul. Cuma 3 tempat ini kebetulan banget emang searah. Nanti bakal saya update lagi deh hehe.

No comments:

Post a Comment