Mak Combrang



Pertemuan saya dengan kecombrang terjadi di bali ketika saya mencicipi nasi campur dan sambal matah khas Bali. Ya ampun enak banget ternyata. Walaupun masih sejenis jahe, kecombrang punya kekuatan (cieh) yang setara dengan irisan cabe rawit, bawang merah dalam sambal matah. Apalagi waktu itu kecombrang juga jadi campuran nasi campur. Setahu saya hanya sedikit masakan di Indonesia yang sering menggunakan kecombrang sebagai tambahan. Masakan sunda dan bali setahu saya. (Tolong dikoreksi kalau salah).


Nasi Bebek Suwir kecombrang jadi menu pilihan saya. Sekilas memang tidak jauh berbeda dengan ayam suwir. Namun bebek suwir lebih berserat. Wow. Mungkin ketakutan pertama orang makan kecombrang, adalah tidak suka dengan aroma dan rasa kejutan pertamanya. Tapi Bebek suwir dan olahan kecombrangnya tidak seperti yang ditakutkan kebanyakan orang. Lebih soft dan justru membuat hidangan ini apa ya, lebih segar. Potongan cabe rawit, bawang merah, aroma khas daun jeruk, tekstur unik kecombrang dan bebek suwir yang gurih membuat hidangan ini ludes cepat. Hahaha.


Yah kira-kira tidak jauh beda komen saya tentang ayam suwirnya. Sama-sama enak. Dibandrol harga 15rb dan 17rb, nasi campur ini itungannya murah banget, walaupun memang porsinya kurang mengeyangkan,saran saya? pesen lagi lah kalau kurang, hahaha. 


Akan kembali? Pasti. Banyak menu-menu yang belum saya coba. Salah satunya menu dari ikan dori yang waktu itu sedang kosong. Jangan takut mencoba kesini!


Mak Combrang

Bebek Suwir 17rb
Ayam Suwir 15rb

Range 15 - 33rb

Jalan Abubakar Ali (Samping Semesta)

No comments:

Post a Comment