Cilok Alun-Alun Kidul


 Kalau lagi lewat daerah Alun-Alun Kidul, terus ngelihat keramaian kayak gini jawabannya cuma satu. Cilok Alun-alun kidul. Rame banget, sampai gerobaknya nyaris nggak kelihatan. Saya akhirnya
memutuskan untuk kesana, rela bersengol-sengol ria dengan banyak pengantri.


Sekilas lihat, ukuran ciloknya tidak terlalu besar. Mungkin karena itu juga perbiji cilok hanya dipatok 250 rupiah. Stoknya memang banyak, cuma habisnya juga cepet banget. Kalau mau antri disini, cuma tinggal berdiri diam aja di deket gerobak, nunggu si bapak tanya pesanan kita. Entah pakai cara apa, si Bapak ini kayaknya tokcer banget ingetannya, dia hafal mana yang datang lebih dulu.


Tara setelah 15 menit antrian! Sayang nggak ada kuah kacangnya. Kuahnya cuma kecap, saus dan sambal. Pedes banget sambalnya, bahaya. Mending minta sedikit aja. Yah bisa dibilang cilok alun-alun kidul ini ramai karena harganya termasuk murah ya, kalau soal rasa sih hampir mirip dengan cilok-cilok pada umumnya, hanya lebih kecil dan murah. Lumayan, udah nggak penasaran lagi.


Cilok Alun-Alun Kidul
@250

Kandang Gajah Alun Alun Kidul

1 comment: