Malang dan Kulinernya


Saya sampai di Malang sekitar jam 1 siang dari Surabaya. Perjalanan 2 jam saya tempuh dengan bis Restu Panda. Saya sudah membayangkan akan makan banyak di Malang, dan saya juga waktu itu belum sempat sarapan di Surabaya. Tujuan pertama saya adalah Rujak Cingur yang dijual oleh teman saya yang kebetulan punya warung di Malang. Kebetulan saya juga belum sempat mencicipi Rujak Cingur yang "proper" di Surabaya.


Akhirnya! Rujak Cingur yang bener-bener rujak cingur berhasil saya cicipi. Bener-bener beda dengan ayng di Jogja. Bahkan lucunya ada rujak cingur berwarna hitam pekat petisnya di Jogja. Cingurnya juga tidak main-main, lebih besar dan tentu saja empuk. Olahan petis dan cingurnya yang tidak amis, membuat saya berhasil makan hingga bersih piringnya. Lokasinya ada di sebelah barat SD Lowokwaru 3,Jl. Letjen Sutoyo V. No.33. Biasanya berjualan dengan mobil sampai jam 4 sore. Worth to try.
Destinasi wajib kedua mencoba bakso bakar pak man. Lokasinya ada di Jl Diponegoro 19. Warungnya ramai sekali, untung masih kebagian tempat di dalam. Duh duh duh. Satu butir bakso dibandrol 3rb rupiah. Pricey banget, cuma emang enak sih, salah satu legenda bakso bakar di Malang, selain Bakso Bakar Trowulan.
Saya sempatin juga nyicip dessert di Madam Wang. Apple Strudel namanya. Salah satu varian Pastry yang terkenal di Austria dan Jerman. Rasa khas apel yang pas banget buah khas Malang, cocok banget jadi senjata utama pastry ini. Dessert yang unik dan belum saya temukan di Jogja so far. Madam Wang punya tempat yang cukup unik dan cocok buat foto-foto. Sayang kamera dslr dilarang dpakai untuk memotret disini. Kalau di Jogja , Madam Wang ini mungkin seperti secret garden atau Roaster and Bear. Lokasi Madam Wang ada di Jl. Raya Tidar 32 B.
Omaigod. Saya dari awal emang pengen banget kesini. Penasaran sama martabak red velvet cream cheese. Walaupun saya bukan pecinta manis, cuma postingan martabak ini favorit banget di feed instagram saya. Warung yang menjual namanya Kakao Terbul. Seru banget melihat penjual terang bulan mengoleskan aneka macam, seperti nutella, ovomaltine, creamcheese tanpa ragu, tanpa takut kehabisan, seakan masih ada ribuan botol di lemari. Beda dengan di Jogja yang rata-rata masih takut-takut kebanyakan waktu mengoleskan topping ke terang bulan. Lokasi Kakao Terbul ada di Jl. Puncak Trikora T1 no. 1, Tidar


Lalu......tujuan saya selanjutnya menuju ke bagian pusat Malang, dekat dengan alun-alun untuk mencoba Fosco! Varian minuman khas Hok Lay. Sebuah rumah makan yang sudah ada sejak 1946. Fosco ini semacam susu coklat , tapi bukan susu coklat biasa. Di tegukan pertama ada rasa suprise, rasa yang seakan baru saya cicipi pertama kali, lalu di tegukan terakhir ada rasa gurih khas yang cukup unik dan anehnya bisa ada di susu coklat. Segar, cuma bukan jenis minuman yang membuat lega dahaga. Lebih baik diminum dengan air putih sebagai companion.





Hari pertama di Malang saya akhiri dengan ngopi di salah satu tempat ngopi yang masuk 3 besar, tempat ngopi wajib coba di Malang menurut teman saya. Freddo Frosco Cafe. Saya mencoba Single Origin Gayo dengan Brewing method v60. Tegukan pertama, biji kopinya sudah saya pastikan fresh, punya citarasa khas Gayo, fruity dan asam yang nyaman dinikmati. Berakhir sudah malam pertama saya di Malang. 



 

 Nasi Serpang Araya jadi destinasi pertama saya buat sarapan. Aduhai. Makanan khas Madura ini komplit plit. Seperti makan lauk pake nasi. Cukup berat juga. Makan nasi pake empal, paru, kuah kari pagi-pagi. Cuma emang enak sih, jangan dilewatkan. Cuma dengan 22rb sudah bisa menikmati nasi dengan lauk komplit ini. Lokasinya ada di Pondok Blimbing Indah Blok M1 - 24, Araya.


Nasi Kremikan mobil 88 nama kerennya. Karena dulu sebelum ada gerai permanennya. Suami istri penjual nasi kremikan ini modalnya hanyalah mobil dan sang istri melayani langsung dari mobilnya. Sekarang setelah warungnya ramai, Nasi Kremikan Mobil 88 ini punya gerai permanen. Salah satu varian "menu nasi" khas Madura juga. Punya citarasa khas gurih, dan cenderung lebih kering dari nasi Serpang tadi. Kremesan, dan gorengan aneka macam empal, paru dan udang jadi andalannya. Mungkin tanpa kremesan, Nasi Kremikan ini hampir menyerupai Nasi Serpang. Mulai jam 9, Nasi Kremikan ini bisa disambangi di Jalan Bromo no 36.


Bakso Presiden bisa jadi pilihan kalau sudah bingung mau makan bakso malang dimana. Karena pada dasarnya, varian Bakso Malang sekarang semakin banyak dan membuat saya tua di jalan kalau penasaran mencoba semua. Akhirnya saya putuskan mencoba yang paling klasik dan awal dulu lah. Bakso Presiden ada di JL. Batanghari No 5. Lokasinya tepat disamping rel kereta api.Serem-serem sedap. Pilihan baksonya ada banyak, berjubel. Mending pilih yang paketan lah biar nggak pusing dan laper mata. Bakso Presiden walaupun kata beberapa orang lokal sudah bukan jagoan lagi, buat saya masih bisa dijadikan destinasi orang luar Malang kalau pengen cari bakso khas Malang.

 

1 comment:

  1. freddo frosco cafe ni yang di daerah Dinoyo? hmmmmmmmm

    ReplyDelete