Surabaya dan Kulinernya


Surabaya ampun panasnya! Waktu saya turun dari kereta hal yang terbayang di pikiran saya cuma satu, saya pengen es krim. Pilihan yang paling terkenal diantara pendatang seperti saya yang sangat ngidam es krim adalah Es Krim di Zangrandi yang ada di JL. Yos Sudarso No. 15,Surabaya. Noodle Ice Cream yang dipatok harga 42 ribu rupiah ini berhasil membuat saya bersemi-semi kegirangan. Es krim dengan citarasa unik dan bentuk fotogenic ini berhasil membuat kepala saya lebih dingin.



Menyisihkan waktu di tengah pekerjaan untuk menikmati kuliner Surabaya sudah menjadi tujuan awal saya waktu pergi ke Surabaya. Tujuan awal tidak ada sangkut pautnya dengan kulineran di Surabaya. Itu hanya bonus untuk saya. Entah jadi tidak jadi, saya pasrah kalau kali ini tidak sempat mencicipi kuliner di Surabaya. Namun ternyata nasib berkata lain, saya akhirnya bisa menyempatkan diri di hari pertama saya tiba di Surabaya untuk menyicicipi Rawon khas Jawa Timur. Rawon Pangat adalah destinasi makan berat pertama saya, setelah turun kereta sampai jam 4 saya belum sempat makan apa-apa. Rawon yang cukup unik, dagingnya digoreng dulu dengan citarasa gurih sampai kering sehingga menyerupai srundeng teksturnya. Lalu diberi tambahan krensengan yang punya citarasa sedikit manis. Rawonnya cukup unik, tidak tebal karena tambahan kluwak. Sangat disayangkan karena saya sangat sangat suka rawon yang kayak kluwaknya. Lokasi Rawon Pak Pangat ada di Ruko Lotus Recency, Jalan Ketintang Baru Selatan 1 No.15, Surabaya. Harga seporsi rawonnya dibandrol 17 ribu rupiah.


Destinasi kedua makan berat saya searah dengan jalan pulang saya. Kupang Lontong. Saya sangat penasaran dengan makanan satu ini karena sangat susah ditemukan di Jogja. Kalaupun ada menurut saya kurang setelah mencicipi, kurang segar kupangnya dan aneh rasa petisnya. Nah yang saya coba ini berdasarkan rekomendasi teman, enak sekali! Aduh kombinasi kaldu kupang, petis , asam jeruk nipis dan cabe membuat saya langsung jatuh cinta kepada kupang lontong ini. Apalagi ada lento dari singkong yang kering dan sedikit manis untuk menambah tekstur crispy di kupang lontong ini dan rasa gurih. Entah kenapa makanan ini tidak seterkenal makanan Jawa Timur lainnya. Mungkin susah mendapatkan Kupang segar di luar Jawa Timur. Makan Kupang Lontong ini selalu ditemani oleh Es Degan. Konon untuk netralisir , karena tidak semua orang tahan alergi dan menghindari pencernaan kaget karena makan kupang. Harga seporsi Kupang Lontong dibandrol 9 ribu rupiah saja.


Malamnya saya menuju ke Bebek Goreng yang ada di sebelah Tugu Pahlawan. Salah satu tempat paling laris manis di Surabaya kalau malam. Menjual Bebek Khas Madura. Bebek yang digoreng panas-panas dengan taburan srundeng dan diberi dua macam sambal, sambal tomat dan bawang. Banyak sekali pembelinya. Sayang menurut saya terlepas dari rasanya yang gurih dibagian awal-awal gigitan, bagian dalam kurang meresap bumbunya. Cuma tekstur dagingnya oke banget, bagian dalam masih juicy, bagian luar agak kering. Bebek Goreng ini dibandrol kisaran harga 15-18 ribu rupiah.


Nasi Cumi di Jalan Waspada, di daerah Pasar Atom ini salah satu pilihan kuliner malam yang wajib banget dicicipi katanya. Buka 24 jam, namun mulai rame di atas jam 8 malam. Punya andalan cumi yang dimasak dengan tintanya. Citarasanya gurih khas tinta cumi, dengan tambahan telor balado. Untuk lauk bisa minta tambahan empal, iso, dan babat. Bahaya tapi enak. Ada peyek udang juga sebagai pelengkapnya. E..na..k. Untuk nasi cumi komplit dibandrol 25 ribu rupiah.


Tidak bisa mencoba Bebek Sinjay di Maduranya langsung bukan masalah, karena cabang warung ini sudah ada banyak di Surabaya. Bebek goreng yang terkenal karena rasa gurihnya dan sambal pecit (mangga mudanya) ini salah satu tujuan awal saya kesini. Jujur saya lebih suka daripada bebek di Tugu Pahlawan, meskipun bebek tidak sepanas disana. Lebih crispy,lebih meresap bumbunya, dan sambal pencitnya top banget. Rasa-rasanya ingin nambah, tapi takut isi perut bergejolak. Seporsi Bebek Sinjay dengan minum dibandrol 25 ribu rupiah. Alamatnya di Kapas Krampung Plaza (KAZA), BKF Lt. 3 (Jl. Kapas Krampung No. 45), Surabaya.


 Saya tidak menyangka betapa efek sebuah makanan mampu membawa saya mengingat kembali setiap detail masa lalu saya. Sate Klopo Ondomohen ini pernah saya kunjungin bersama seorang mantan kekasih 6 tahun yang lalu. Tiba-tiba gigitan pertama sate klopo daging sapi ini membuat saya ingat pertama kali saya kesini. Waktu itu warung ini masih belum semapan ini, masih jualan tanpa toko tetap. Untuk makan pun harus berebut tempat dan tidak senyaman ini. Sate Klopo ini punya rasa dan aroma yang sedap ala kelapa. Lokasinya ada di JL. Walikota Mustajab. Seporsi dibandrol sekitar 25 ribu rupiah dengan nasi yang diberi taburan srundeng.


Sejenak saya mampir ke sebuah kopitiam yang sudah cukup lama ada di Surabaya. Ini salah satu spot favorit teman saya. Saya penasaran seperti apa kopitiam disini. Di luar dugaan kopitiam yang punya nama kafetien 88 (aslinya Kopitiam 88 namun karena masalah hak cipta bodoh harus berubah nama , baca di sini) ternyata punya tempat yang sangat nyaman dan membuat saya betah bersantai berjam-jam. Saya pesan kopi vietnam dan burger telur. Unik juga bun burger dengan telor setengah matang di dalamnya.  Untuk kopi vietnam dibandrol 10 ribu rupiah, untuk Burger telur dibandrol 9 ribu rupiah. Lokasinya di Jl. Jagalan No.88, Kota Surabaya, semacam daerah pecinannya Surabaya.


 Kemudian setelah hujan reda, saya mampir ke Lontong Balap yang ada di Jalan Rajawali. Salah satu spot yang sudah buka dari jaman Kakek saya. Lontong Balap ini lontong dengan kaldu kerang, yang diberi tauge yang besar, lontong, tahu goreng, lento dari kacang yang gurih dengan pelengkap sate kerang yang diberi bumbu kecap. Lento secara sembunyi-sembunyi menjadi pemain di balik layar yang membuat lontong balap ini begitu nikmat. Sate kerangnya yang punya rasa manis khas kecap membuat Lontong Balap ini lebih kaya rasa. Kuah kaldu kerang memang lezat, lontong balap resmi jadi favorit saya setelah Kupang Lontong. Seporsi lontong balap dibandrol 11 ribu, sate kerang juga 11 ribu dengan isi 10 tusuk.


Penutup perjalanan di Surabaya kali ini adalah Terang Bulan Premium yang sedang terkenal di Surabaya. Terang Bulan dengan 8 slice yang memiliki topping yang berbeda-beda ini cukup unik juga. Terbul Rainbow namanya. Toppingnya mulai dari oreo, keju, skippy, nutella, green tea, pineapple jam, strawberry jam, dan meses. Seporsi yang diameternya sekitar 20cm ini dibandrol 80 ribu rupiah. Lokasinya ada di Jl. Raya Mulyosari No.45, Surabaya. Selesai sudah perjalanan saya di Surabaya. Malang menanti jadi destinasi saya selanjutnya.


See you Surabaya! You've stolen my heart with you delicious foods!




2 comments:

  1. alamat warung yang jual kupang lonotng di mana ya kak? terimakasih:)

    ReplyDelete
  2. cumi bumbu menurutku tidak rekomended.... rasanya biasa saja

    ReplyDelete