Rujak Cingur Gayam


Saya orangnya gampang terpicu sesuatu yang saya baca atau dengar, sehingga akhirnya memicu saya melakukan hal-hal yang berhubungan dengan pemicu tadi. Contohnya, saya baca tweet "Memotret rujak cingur dari berbagai angle , dengan skill sekeren apapun, kamera sebagus apapun, tidak membuat menu itu terlihat menarik .." Saya tahu maksudnya, hal itu karena petis yang secara otomatis menutupi warna-warna yang ada di unsur rujak cingur mulai dari buah mangga muda, bengkoang, timun, dan kangkung. Mau dibilang bagaimana lagi, semakin banyak petis yang menutupi makanan itu, semakin lezatlah rujak cingurnya.



Ya saya menyerah, mau bagaimanapun susah membuat hidangan ini terlihat menggiurkan bagi yang belum pernah memakannya. Sementara bagi yang pernah mencicipi rujak cingur dan jatuh cinta, gambar sejelek apapun rujak cingur mampu memicu pikiran yang memerintahkan badan untuk bergerak dan langsung menuju warung yang menjual menu jawa timur terdekat. Rujak Cingur gayam inilah yang akhirnya saya cicipi dan astaga. Sekeping kerinduan saya akan kota Pahlawan kembali lagi, kota di mana saya mencicipi rujak cingur untuk pertama kalinya. Walaupun rasanya tidak sama persis, namu rujak cingur gayam berhasil menyajikan menu ini tanpa mengkhianati lidah saya. Mantap! Petisnya aduhai! Maafkan bila saya berlebihan, namun ini adalah salah satu warung rujak cingur di Jogja yang wajib kamu cicipi.




Warung Rujak Cingur Gayam

Rujak Cingur 13.000

Jalan Gayam (seberang Geronimo)

No comments:

Post a Comment