Gadjah Brasserie | @GadjahBrasserie


Gara-gara instagram saya jadi banyak tahu restoran, cafe, lounge atau warung-warung yang belum pernah saya coba atau yang baru buka di Jogja. Salah satunya ya Gadjah Brasserie ini. Melihat akun instagramnya yang posting foto-foto menu yang menggoda , saya jadi tertarik untuk mencobanya. Saya agendakan hari Jumat untuk kesana, saya juga sempat mengundang salah satu foodgrammer yang saya kenal melalui instagram, @dwiarifwicaksono. Cobaan pertama sempat datang waktu mencari tempat ini, karena belum terpasang plang di depan. Saya sempat 3 kali melewati tempat ini tanpa menyadari ini tempat yang saya tuju. Sampai akhirnya saya menemukan tempat ini setelah 3x memutar jalan Pandega Marta. Lokasinya ada di sebelah barat Jembatan Pandega Marta, dengan cat berwarna biru.


Smoothies Pinacoberry, mengawali menu-menu yang saya pesan. Smoothiesnya berupa nanas,pisang dan strawberry yang di blend. Sayang pinacoberrynya sama sekali nggak dingin, padahal pengen yang seger-seger. Terlepas dari itu Smoothiesnya thick dan cukup enak, cuma ya itu lebih mantep kalau lebih dingin.


Menu makanan yang datang kemudian Gadjah Sandwich. sandwich dengan tampilan cantik dengan isian scramble egg, smoked beef dan parmesan cheese. Enak sih, mungkin ditambah saus lebih enak lagi kayaknya hehe.

 

Menu selanjutnya Scramble Egg With Smoked Salmon. Cocoknya jadi menu sarapan sebenarnya, cuma smoked salmonnya menggoda banget. Haha. Sepertinya next time pesen Egg Benedictnya boleh banget .


Mr. John ini salah satu signature dish di Gadjah Brasserie. Berupa fillet ikan dori yang dilumuri tepung kemudian digoreng dan disajikan dengan side ratatouille dan cumi goreng. Enak , fried dorynya mantep, apalagi ratatouillenya yang nggak terlalu overcooked, dan cumi goreng yang sebenarnya cuma pelengkap tapi menambah nilai plus dish ini. Cantik dan enak .



Japanese Carbonaranya sausnya cukup enak, dan dish ini cukup kreatif serta inovatif. Sayang eksekusi pastanya kurang oke. Overcook dan patah-patah pastanya. Sayangnya lagi, waktu pesanan datang ke meja, kondisinya sudah dingin.


Oglio Olio pesanan terakhir saya. Kurang oily, dan pastanya overcook. Mungkin lebih mantep kalau lebih spicy, misal ditambah potongan cabe rawit yang digoreng kering dengan garam.


Untuk ukuran bistro atau cafe, Gadjah Brasserie berhasil menyajikan tempat yang cukup cantik dan nyaman untuk duduk berjam-jam sesuai sekali dengan arti dari Brasserie, yang artinya restoran bergaya Prancis yang mengandalkan kenyamanan tempat. Menu-menunya juga punya plating yang cantik dan (ehem) instagramable. Untuk harga, menurut saya cukup terjangkau juga. Pelayanannya cukup baik dan ramah, walaupun kadang masih ada waiter yang belum hafal menunya. Menurut saya wajarlah, karena bistro ini belum ada satu minggu buka. Semua kekurangan tadi masih sangat bisa diperbaiki. Namun saya yakin, Gadjah Brasserie ini masih bisa berkembang lebih baik lagi dan berpotensi jadi salah satu pusat nongkrong yang nyaman. Selamat mencoba


Gadjah Brasserie

Mr. John 39.000
Oglio Alio 25.000
Gadjah Sandwich 28.000
Japanese Carbonara 31.000
Pinacoberry 21.000

Jalan Pandega Marta no 46
(Sebelum Jembatan Pandega Marta)

No comments:

Post a Comment