Warung Senja


Bersandar di sebuah kursi setelah penat melihat Jogja yang penuh sesak di musim liburan membuat saya secara kebetulan justru kembali ke warung ini. Saya dulu sempat menjadi pengunjung tetap warung ini sejak SMA, karena SMA saya dekat sekali dengan daerah ini. Daerah Alun-Alun Kidul. Daerah yang belakangan ini mulai padat karena wahana "mobil sepedanya". Sementara ada satu titik tempat yang tidak terlalu banyak berubah. Warung Senja.


Warung ini layaknya rumah yang sengaja dijadikan warung. Mbah Muji pemilik sekaligus yang melayani pengunjung disini langsung dengan sigap menyapa dan menanyakan pesanan ke pengunjung yang baru datang. Tidak sampai situ saja, Mbah Muji juga dengan ramah mengajak mengobrol pengunjungnya. Meskipun sudah tua, Mbah Muji masih setia menunggu warungnya sampai dini hari. "Buat sekolah cucu" katanya. Jawaban yang simple tapi sangat menyentuh.


Teh Poci dengan gula batu, pesanan yang tidak boleh terlewatkan disini. Gula batu dibungkus dengan koran, dan kita sendiri yang menuangkan teh yang ada di cangkir kecil. Kalau kurang sudah disediakan teko berisi air panas untuk menambah airnya.


Cemilan nomor 1 yang cocok sebagai teman minum teh. Roti kacang. Camilan yang cukup langka. Harganya 500 perpotongnya. Jangan sampai lupa ambil berapa ya, saking asiknya sampai otomatis gerak sendiri.


Ini bisa request juga. Baceman tempe dan tahu. Nanti langsung digoreng setiap ada pesanan. Jadi kita dapat baceman ini panas-panas. Beuh cocok banget. Apalagi pake cabe rawit. Selain itu masih ada gorengan lain, seperti martabak, pisang goreng, kerupuk dll. Ada juga menu lain yang berat, seperti gulai, atau nasi rames, atau request indomie rebus/goreng.


Warung Senja bisa jadi destinasi apabila kita ingin "kafe" dengan nuansa baru. Lokasinya tidak susah ditemukan, ada di bagian barat Alkid, atau sebelah selatan Tamansari. Cocok banget kesini bareng teman-teman. Ngobrol. Ngeteh, Ngemil. Sip.



Warung Senja


Jl. Patehan Lor

2 comments:

  1. Harganya gimana nih kang?

    ReplyDelete
  2. Ini dia kafe "rumahan" yang saya cari-cari selama ini

    ReplyDelete