Solo : Bakso Pak Ruk


Saya menjawab tantangan Arif, salah satu penulis hungerranger.com di kanal keliling bakso jogja (kebak). Katanya dari semua bakso di Jogja yang dia cicipi belum ada yang menyamai bakso solo langganannya. Wah saya merasa tertantang. Sampai akhirnya saya luangkan waktu untuk ke Solo demi membuktikan ucapan Arif. Setelah 1,5 jam perjalanan, sampailah saya di Warung Bakso Ruk Solo.


Waktu itu jam 11 siang. Cuaca panas, tapi orang tetap asik-asik aja menyantap semangkok bakso panas disini. Sayang waktu sampai sana ternyata balungan yang biasa jadi teman makan bakso belum siap, jadi saya harus puas dengan bakso biasa saja. Bakso disini tidak menggunakan mie kuning, hanya bihun saja. Tidak ada bakso telor, bakso goreng atau bakso urat bahkan bakso jumbo juga. Hanya bakso daging ukuran biasa.


Teman makan bakso ada Sosis goreng khas solo dan pangsit goreng. Selain itu ada tahu goreng juga, Namun menurut saya dua ini yang paling cocok menemani bakso.


Jeng-jeng. Bakso datang. Isinya ada 7 butir bakso, sedikit daging sapi tapi bukan tetelan. Kuahnya beuh, beda banget ternyata dengan bakso-bakso di Jogja. Lebih terasa kaldu daging sapinya. Orgasme bakso. Saya harus mengakui ucapan Arif. Gelindingan baksonya juga benar-benar meninggalkan bekas di memori lidah saya (ngomong apaan sih ini?) sampai pulang masih keingetan. Maaf kalau berlebihan, tapi ini emang enak banget. Kamu wajib coba kalau sedang mampir ke solo atau sekedar lewat.


Bakso Pak Ruk Solo

Bakso 12.000
Sosis 3.000

JL. Jamsaren, No. 20, Indonesia



No comments:

Post a Comment