Warung Ikan Bakar & Goreng Serantau


Saya kelaparan malam-malam dan lagi pengen makan ikan bakar. Ketika lewat Batas Kota, saya menemukan sebuah warung kaki lima yang "nyempil" di dekat gapura batas kota. Akhirnya berbekal kenekatan saya memutuskan untuk makan disana. Melihat spanduk depannya saya menarik kesimpulan warung ini mengandalkan menunya yang fresh. Baru dibakar setelah dipesan. Berarti ikannya pun harus fresh, baru dibersihkan setelah ada pesanan. Ternyata memang benar. Disana saya harus memilih beberapa ikan yang diletakkan di dalam wadah yang berisi ikan dan es batu. Ada nila, bawal, udang, cumi, cakalang dll. Saya memutuskan untuk memesan bawal.



Pesanan saya cukup lama datangnya. Wajar saja mengingat ikan diproses setelah saya memilih. Berbeda dengan kebanyakan warung lainnya, yang ikannya sudah digoreng setengah matang terlebih dahulu. Ketika ikan datang, ada beberapa menu untuk menemani, daun ketela rebus, lalapan dan sambal mentah. Saat ingin mengambil daging ikan, tangan saya langsung merasakan panas yang cukup panas (yaiyalah masa dingin). Entah kapan terakhir kali saya makan ikan bakar yang benar-benar panas seperti ini. Akhirnya saya menyerah dan menggunakan sendok untuk mengambilnya.




Rasa ikannya didominasi oleh bumbu kari, bukan bumbu kecap seperti ikan bakar biasanya. Wah, this is new for me. Salah satu harta karun tersembunyi yang saya temukan berbekal nekat dan iseng. Semua unsur mulai dari lalapan, daun ketela rebus, sambal mentah dan ikan bawal bakar saling bahu-membahu. Wajiblah dicoba tempat ini. Cuma memang harga yang harus dibayar untuk menu yang fresh ini memang cukup mahal. Semua menu berkisar mulai dari 20 - 40rb


Ikan Bakar Serantau

Ikan Bawal Laut Set (nasi+lalapan+sambel) 36.000

Jl. Laksda Adisucipto (timur batas kota)

No comments:

Post a Comment