Gule Sapi Tugu Pak Samin


Saya sebenarnya nggak suka ya kalau denger orang menggembor-gemborkan suatu tempat makan "Wah legend ini" "Ini udah buka lama nih, dari aku belum lahir" "Wah ini langganannya bla bla". Hal seperti itu sangat mempengaruhi penilaian banget soalnya. Apalagi waktu udah nyoba ternyata menurut saya kurang, semacam mengecewakan teman saya yang sudah mengembar-gemborkan tadi. Oh iya ini mau ngomongin gule sapi ya? Maaf malah ngomongin yang lain. Hehehe.


Jadi Gule Sapi Pak Samin ini sudah lama banget berdiri, saya lupa kapan tepatnya. Yang jelas dari orang tua saya masih belum nikah sepertinya sudah ada. Tempatnya juga strategis, karena tepat berada di sekitar Tugu. Cocok banget mengincar wisatawan yang hobi foto-foto di Tugu dan kelaparan. Menu yang ditawarkan cuma satu, Gule Sapi. Gulenya bisa pisah dengan nasi atau bisa dicampur dengan nasi.


Gule Sapi disini berbeda dengan Gule yang biasa kita temui yang kaya akan santan kental. Gule Sapi disini justru sama sekali tidak menggunakan santan, dan encer. Cocok bagi yang sudah divonis tidak bisa mengonsumsi berbagai macam santan-santanan.  Dagingnya juga empuk banget. Rasanya menurut saya lebih mantep daripada gule santan. Apalagi diberi kecap dan sambal, cuma tanpa itupun juga udah enak kok. Kalau sulit membayangkan rasanya, rasanya hampir mirip dengan kuah gule yang disertakan waktu kita memesan sate klathak.


Salah satu destinasi kuliner malam yang bisa dipilih ketika kelaparan di tengah malam melanda. Tempat ini buka sampai dini hari. Waktu itu saya makan disini sekitar jam 11 malam. Selamat mencoba



Gule Sapi

Gule Pisah 15.000 + Nasi 2000
Gule Campur 8.000

Perempatan Tugu Jogja, Sebelah Ex Pizza Hut


No comments:

Post a Comment