Dapur Pak Beye | @BeyeDapur



Saya sedang kelaparan di daerah Baciro. Ternyata ada satu restoran baru yang belum saya datangi. Dapur Pak Beye namanya. Menu yang dijual tongseng dan gulai. Namun bukan dari kambing, tapi dari ayam! Penasaran kan?


Interior tempatnya cukup oke, bertema tradisional, karena menu yang dijual juga tradisional sekaligus menghilangkan ketakutan pembeli akan harga mahal. Nggak oke juga soalnya menjual menu tradisional dengan desain tempat yang fancy, bisa kabur semua calon pembeli.


Karena menu andalan disini gulai dan tongseng ayam, saya pesan keduanya. Masih ada menu lain sih sebenarnya, seperti kicik ayam, dan rica-rica balung. Disini bisa juga request level pedesnya. Kalau gulainya sih waktu dihidangkan tanpa request level pedas, emang nggak pedes, sementara tongsengnya, tanpa request pedes, udah pedes dan ditambahin irisan cabe merah. Beuh, hati-hati deh yang anti pedes haha.



Tongsengnya sepertinya memang lebih cocok dibuat pedes sih, bumbunya juga meresap ke daging ayam. Saking nagihnya kuah tongseng, makan tongseng ini bisa sampai piring bersih. Gulainya juga oke, cuma bukan favorit saya, karena pada dasarnya saya kurang suka gulai. Overall tongseng sesuai ekspetasi saya.


Oiya porsi minuman disini jumbo banget, makanya harga minumannya di atas rata-rata, 4000 - 10.000an. 



Salam ngebir boss. (padahal jus melon)


Dapur Pak Beye


Tongseng 13.000
Gulai 12.000
Nasi Putih 3.000
Jus Melon 10.000
Es Jeruk 5.000


Jl. Tunjung no.12, Baciro

 



No comments:

Post a Comment