The Icon Grill Steak | @theICONsteak


 Rabu siang itu kami belum makan dari pagi. Oleh karena itu kami sepakat untuk makan siang sekaligus cari restoran yang belum sempat kami liput untuk blog. Akhirnya sampailah kami di The Icon, restoran yang sudah beberapa bulan ini buka namun belum sempat kami datangi.





Melihat dari tampilan luar dan menu-menunya bisa dibilang ini Waroeng Steak versi premium. Saya masih ingat banget dulu jaman SMA, ngajakin cewek makan di Waroeng Steak aja udah bangga banget. Menu-menu di The Icon ini juga berbeda dengan menu Waroeng Steak, dan lebih mengandalkan Steak Import. Pilihan menunya mulai dari Lamb Chop, Sirloin, Tenderloin, Rib Eye,  sampai Rump (kalau bingung tentang beef cuts bisa cek sini) . Selain itu untuk menu yang lebih murah ada Steak Lokal dan Spring Chicken. Range harganya mulai dari 14 rb - 75 rb.






 Tempatnya juga cukup luas dan punya desain interior yang menarik. Saya suka restoran yang langit-langitnya tinggi. Kalau dilihat-lihat sepertinya Restoran The Icon ini lebih kelihatan oke ketika malam.



 Pesanan pertama adalah Caesar Salad. Saya sempat ragu apakah Saladnya enak, karena walaupun kelihatan gampang membuatnya, tidak semua bisa membuat Salad yang enak. Ternyata keraguan saya salah, Caesar Salad di The Icon enak! Entah kenapa mayonesnya lebih gurih dan lebih enak daripada yang biasa saya cicipi. Sayurannya juga segar. Ternyata mayonesnya diperkaya oleh bawang putih sehingga rasanya terasa lebih mantap. Menu pertama kami sukses berat.

caesar salad

Menu kedua , Mix Steak dari Steak Lokal. Steak dengan tepung, ciri khas Waroeng Steak. Bedanya pelengkapnya selain mix vegetables ada Baby Potatoes, beda dengan biasanya Potato Wedges. Baby potatoesnya juga gurih, tidak plain. Sausnya menggunakan saus standar, Brown Sauce. Menu kedua, lumayanlah standar Waroeng Steak.

mix steak

 Menu ketiga, Spring Chicken. Berbeda dengan steak lain, Spring Chicken ini ada Mash Potatonya. Cocok banget dengan Mushroom Sauce. Ayam dipanggang menggunakan rosemary, jadi rasa dan harumnya khas. Kematangannya pas, tidak overcooked maupun undercooked. Menu ketiga lumayanlah buat difoto-foto..
spring chicken


 Ini Rump Steak dengan Blackpepper Sauce. Dari luar sih tampilannya menarik dan menggoda. Cuma habis dipotong dan dimakan, ternyata overcooked banget. Bahkan bisa saya bilang ini di atas Well Done. Well 5x Done mungkin. Sausnya juga asin banget, dan kurang terasa blackpeppernya. Saya malah jadi rindu brown sauce Waroeng Steak. Anehnya lagi, harusnya pelayan atau The Icon menanyakan apa kematangan Steak yang diinginkan pelanggan. Menu keempat ini lumayan...kayak steak yang bentar lagi jadi dendeng.

 
rump steak


Ini menu terakhir sekaligus menu paling mahal. Lamb Chop. Saya penggemar daging kambing, cuma jarang pesan Lamb Chop di restoran steak, karena saya lebih memilih daging sapi. Sama seperti sebelumnya, Saus Blackpepper cenderung kuat di rasa asinnya, dan kurang mantap. Lamb Chopnya...masih bau prengus. Saya nggak tahu kok daging yang masih bau prengus seperti ini bisa dihidangkan. Menu kelima..(isi sendiri)



  Sayang sekali, dua menu terakhir yang kebetulan sama steak import tidak mampu memberikan kesan "besok cobain lagi ah". Bahkan dari semua menu yang kami pesan, caesar salad justru yang paling berkesan di lidah. Sangat disayangkan untuk konsep sebagus The Icon, masih banyak yang harus dibenahi di sektor Steak Importnya. Buat yang mau kesini silahkan, cuma menurut saya lebih baik pikir-pikir dahulu sebelum pesan menu steak impornya.



The Icon Grill Steak

Lamb Chop 65.000
Rump 42.000
Spring Chicken 32.000
Mix Steak 32.000
Caesar Salad 16.000

12.00 - 15.00 dan 17.00 - 22.00
Barat Terminal Condong Catur dan Taman Wisata Kuliner


No comments:

Post a Comment