Kedai KolonDjono | @KedaiKolonDjono


 And we will never be alone again
'Cause it doesn't happen every day
Kinda counted on you being a friend
Can I give it up or give it away

Chorus lagu Instant Crush dari Daft Punk mengalun di benak saya, waktu duduk untuk pertama kalinya di tempat ini. Sesuai judul lagu tadi, sekedar duduk di tempat ini mungkin sudah memikat saya secara instan. Berikut hasil kunjungan saya ke Kedai Kolon Djono, sebuah restoran yang semua olahan masakan di menunya menggunakan bahan organik dan tanpa MSG.



Setelah berhadapan dengan cuaca panas khas jam 12 siang di Jogja. Kami mampir di sebuah kedai yang lokasinya ada di Deresan. Kesan pertama waktu masuk, sejuk sekali. Desain ruangannya juga homy dan membuat saya betah duduk disini berlama-lama.

Drink

  
Green Juice, perpaduan mix dari Baby Pakcoy dan Lime. Waktu diminum pertama kali rasanya manis, bahkan tanpa gula, tapi selanjutnya rasanya mulai didominasi rasa bitter yg khas dari pakcoy dan lime, bahkan gula cairpun tidak bisa menutupi rasanya. Favorit saya! Segar dan Sehat! Kurang apalagi coba?


Ini Semar Kuning Herbal Drink, mix dari Sereh, Markisa dan Kunir Asem. Seger banget. Apalagi waktu cuaca lagi panas-panasnya. Ini rekomendasi dari waiter Kolon Djono juga dan saya setuju!

Soup


Miso Soup, porsinya cukup besar, berbeda dengan penyajian miso soup pada umumnya. Biasanya Miso Soup disajikan dalam mangkok kecil. Nah karena itulah mungkin rasa pasta misonya jadi kurang terasa sehingga miso soup ini jadi sedikit plain.

Main Course


Selalu menyenangkan ketika makan untuk pertama kalinya di suatu tempat dan secara tidak sengaja memesan menu paling favorit di tempat ini. Walaupun sebenarnya sudah ditulis kalau Fish Katsu Sambal Matah ini menu spesial, saya masih ragu. Soalnya saya sendiri bukan pecinta katsu dan makanan-makanan yang digoreng menggunakan tepung. Tapi ternyata setelah mencoba akhirnya saya melting juga. Paduan sambal matah dan fish katsu ternyata dashyat. Crispy outside, Moist Inside. Apalagi masih dihajar rasa pedas dan sedikit asam jeruk nipis dari sambal matah ini. Ini mungkin makanan perkenalan sekaligus umpan supaya pengunjung datang kesini lagi.


 Nasi Merah Goreng, ini pesanan Aji Zeus, teman saya yang ikut makan bersama saya di Kedai ini. Rasanya gurih, layaknya nasi goreng. Cuma kita masih bisa merasakan rasa khas dari nasi merah yang tidak hilang meskipun sudah diolah sebagai nasi goreng. Diatasnya ditaburi kismis dan almond. Sayang nasi goreng ini tidak diberi toping ayam maupun telur karena kemungkinan ini menu vegan. Mungkin kita bisa request untuk diberi topping tadi.


 GreenBean Chicken Steak. Sausnya saya kira akan terasa manis seperti saus BBQ pada umumnya. Ternyata berbeda sekali. Lebih gurih dan cocok di lidah saya. Ditambah daging ayam yang moist di bagian dalamnya dan dengan tambahan buncis di dalamnya. Menu yang cukup unik. Pelengkapnya berupa fettucini dan salad juga cocok sekali. Apalagi ketika salad dan fettucini dimakan dengan saus steak ini. Yummy.


Spanish Grilled Mackarel. Olahan ikan dengan saus khas spanyol. Terasa ada brown sugar dalam campuran sausnya dan sweet paprika. Nasinya juga dibuat lebih lembut, satu tingkat di atas buburlah. Yang mengagetkan adalah, sayurannya berupa wortel dan tauge yang diolah stir-fry dengan sedikit saus, entah worcester sauce atau soy-sauce. Tidak heran menu ini jadi special menu untuk hari selasa. TOP.



Fresh. Kapan lagi bisa mencicipi gado-gado dengan sayuran fresh dan organik. Berbeda dari yang biasa kita temui di pinggir jalan. Sayurannya kadang sudah tidak terlalu fresh. Unsur dalam gado-gado ini juga sedikit beda , dengan tambahan jagung, timun yang dipotong besar-besar, tahu yang dipotong kotak-kotak, tauge, dan tomat serta salad yang fresh. Bumbu kacangnya juga istimewa. Namun saking freshnya sayurannya saya sampai merasa tanpa bumbu kacangpun, gado-gado ini tetap saya sikat. Tidak heran ini jadi menu andalan disini. Kalau sayurannya seperti ini, mungkin saya bisa jadi vegetarian beneran. Hahaha.

Snack


Biskuit Tempe ini pesanan Mas Sandi. Cocok sekali untuk cemilan sebelum makan berat sebenarnya. Kalau saya tidak tahu ini berasal dari tempe mungkin saya akan mengira ini sejenis jamur tepung atau ayam tepung. Soal rasa, biskuit tempe ini gurih dan susah membuat tangan kita berhenti mengambilnya. Walaupun sudah habis dan tertinggal remasannya, tangan saya masih tidak berhenti mengambilnya. Salah satu cemilan yang saya rekomendasikan disini.



Potato Wedges with SeaSalt. Sebenarnya ini potato wedges biasa, cuma dengan rasa yang lebih gurih. Eat it while its hot . Cocok buat nunggu pesanan main course kita.

Dessert

 

Sweet, Simple and Tasty. Puding green tea ini sebuah penutup yang spesial. Aroma dan rasa green tea  berpadu membuat rasa puding ini menjadi spesial. Dessert ini patut dicoba juga.


Strawberry Puding. Rasanya lebih enak daripada Green Tea Puding. Unsur asamnya tidak terlalu hilang meskipun sudah jadi puding. Jadi rasanya balance antara manis dan asamnya. Nyam!






So far, menu - menu di Kedai KolonDjono ini cukup beragam. Bahkan ada beberapa menu spesial setiap hari Selasa - Sabtu. Untuk minuman anda juga bisa mencoba beberapa menu Hot Chocolate organic maupun Cappucino. Kita juga bisa request foam art di Hot Chocolate atau Cappucino kita ke barista, misal bentuk hati atau kucing.

Tim HungerRanger bersama Mas Sandi dan Aji Zeus.

Singkat kata kunjungan hari ini ke Kedai ini cukup menyenangkan. Senang karena kami menemukan lagi tempat baru yang cocok untuk sekedar membaca buku (ada perpustakaan mini di kedai ini) , apalagi ada fasilitas free wifi cocok untuk anda yang ingin browsing atau menyelesaikan tugas,skripsi atau kerjaan. Selamat mencoba!



Kedai Kolon Djono

Biskuit Tempe 10.000
Fish Katsu Sambal Matah 22.500
Green Bean Chicken Steak 21.500
Spanish Grilled Mackarel 25,500
Nasi Merah Goreng 16.000
Green Juice 12.500
Semar Kuning 8.500
Green Tea & Strawberry Puding 5000
Miso Soup 15.000
Potato Wedges with seasalt 10.500
Raw Gado Gado 17.000




Jl. Nusa Indah Narada 37 Gandok Deresan Jogja
Jam Buka : Senin - Sabtu 12.00 - 22.00

3 comments:

  1. Setuju banget dengan reviewnya.

    Dulu sebelum jadi kedai kaya gini, cuma buka hari selasa untuk makan siang dan makan malam. Jadi kalau mau makan harus reservasi dulu dan menunya selalu berganti. Ide dasarnya cuma karena pemiliknya concern pada makanan sehat yang bisa diolah dengan baik jadi rasanya enak karena imagenya makanan sehat pasti ga enak (CMIIW).
    Menu favorit: fish katsu sambel matah dan green bean chicken steak.
    Snack tahu juga recommended.
    Pengen nyobain steak tempe belum sempat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul, dulu waktu awal2 harus reservasi dengan menu tertentu dan betul pula tujuannya memang ingin mengenalkan makanan sehat yang enak, sudah di confirm oleh pemiliknya, hehe. dan oh ya, fish katsu sambal matah juga favorit kami di kolondjono, walaupun menu2 lain enak2 juga. :)

      Delete
  2. Senang sekali makan di kedai kolondjono, selain jaraknya yg cuma 200m dari kos jadi sering banget makan disana sampai nugas dan nongkrong sehat,,, semoga menu nya semakin bervariasi :)

    ReplyDelete