Bakso dan Mie Ayam Idolaku

Kembali lagi di #Kebak, alias keliling bakso setiap selasa. Saya terdampar di Bakso Idolaku atau yang biasa dikenal orang-orang sebagai Bakso Idola. Cocok banget emang timingnya, habis hujan makan yang anget-anget. Dingin-dingin terus diangetin. Oke mulai nggak fokus.




Bakso Idolaku ini memang sesuai namanya memang salah satu idola pecinta bakso di Jogja. Hampir tidak pernah sepi, bahkan selalu ramai. Jagoannya adalah bakso rusuk, yang sayangnya keinginan saya mencicipi harus saya pendam karena sudah habis. Saran saya, datanglah sebelum sore supaya kebagian. Tapi tak apa, karena tujuan saya dari awal adalah Baksonya. 



Satu porsi bakso kuah ini diberi 4 buah bakso, 1 bakso urat dan 3 bakso daging. Kuah bakso disini cenderung lebih gurih yang sedikit memanjakan pecinta kuah yang gurih, jadi kalau anda tidak terlalu suka kuah bakso yang gurih,bisa ditambahkan kecap atau salah satu jebakan di warung ini. Sambal Merah. Sambal merah di Idolaku ini berbeda dari warung bakso biasa yang terkesan biasa saja. Sambalnya benar-benar pedes, padahal saya cuma ambil 1 sendok kecil, dan rasa gurih di kuah tadi nyaris didominasi oleh sambal ini.



Baksonya...hmmm apa ya, kiasannya adalah sudah memenuhi syarat yang diberikan PBSI, Pecinta Bakso Sapi Internasional. Dagingnya terasa banget, sekitar 40:60 dengan kanjinya dan uratnya juga enak, endes, nyaman banar, apapun itu definisi enak. Patok harga 10 ribu untuk semangkok bakso in menurut saya pantas. Apalagi disantap dengan nasi putih.


Singkat kata Bakso Idolaku ini mungkin bisa menjadi idola anda kalau mampir kesini dan (mungkin) anda akan kembali lagi. Selamat mencoba!


Bakso dan Mie Ayam Idolaku 

Jl.Tamansiswa no 138, setelah Circle K (dr utara), seberang hotel madukoro

Bakso Rusuk 15.000

Bakso Kuah 10.000

Nasi 2.000

No comments:

Post a Comment