Angkringan Prasmanan Wijilan




Kalau boleh jujur menurut saya angkringan ini sedikit unik. Mengesampingkan konsep angkringan yang sudah sangat standar di Jogja dan memanfaatkan celah yang jarang dimanfaatkan angkringan lain. Lepas dari pakem angkringan biasa yang hanya menyediakan menu gorengan, sate, nasi kucing, angkringan ini justru melebarkan sayap menjadi angkringan sekaligus warung makan prasmanan dengan berbagai macam menu yang membuat kita ngeces dan bingung saking banyaknya.


Oseng Cumi tinta hitam. Menu favorit prasmanan yang jarang saya temukan. Kuah yang gurih dari tinta cumi ini yang spesial. Saya biasanya menemukan menu ini kalau mampir ke restoran sunda. Bahkan saya juga menemukan menu leunca oseng disini. Saya jadi mikir lagi, jangan-jangan ini angkringan yang kawin silang ama warung makan sunda ya?


Angkringan yang sudah berdiri dari tahun 2004 ini selalu rame, padahal jam bukanya baru sekitar jam 3 sore, dan tutup jam 3 pagi juga. Menunya benar-benar beragam. Ketika anda bosan dengan nasi kucing, masih ada menu prasmanan yang spesial. Selain itu nasi untuk menu prasmanan ini juga pulen, bukan asal-asal nasi. Saya malah baru tahu nais kucing yang dipajang itu ternyata menu titipan. Ada dua pilihan nasi kucing, nasi sambel welut dan nasi sambel teri.





Untuk yang rindu menu angkringan, mungkin bisa ambil nasi , terus dipadukan dengan lauk lauk ini. Oseng kikil, oseng teri maupun kering tempe.








Plis jangan tanya soal harga. Saya sendiri juga bingung bagaimana cara mereka menghitung. Yang jelas saya habis 25rb hanya untuk 4 tusuk sate keong, telur puyuh, usus, dan 2 cakar ditambah 2 teh poci dan 2 bungkus nasi kucing.


Angkringan Prasmanan Wijilan
Jl. Wijilan, sebelum Yu Djum

Buka jam 3 sore - 3 pagi

No comments:

Post a Comment