Pelarian Granula



"Jake..jake..bangun.." April berusaha membangunkan Jake yang tertidur. "Elijah sudah tewas, kita harus segera pergi dari sini..mereka akan segera menuju kesini"

Jake langsung terbangun.

"Apa? Bagaimana kau bisa tahu? Elijah tidak mungkin membocorkan lokasi kita semudah itu"

"Maaf Jake, kau tidak akan pernah mau membayangkan bagaimana mereka menyiksa, Elijah yang kita kenal setia itupun pasti menyerah, dan sekarang mereka pasti sudah tidak membutuhkannya.. Alat pendeteksi detak jatung yang aku suntikkan kepadanya sudah mati.. Itu artinya dia sudah tewas"

Jake sedang dalam pelarian. Beberapa agen-agen rahasi sadis dari beberapa negara mengincarnya. Salah satunya dari negaranya sendiri, Amerika. April salah satu agen yang bertugas melindungi Jake berusaha sekuat mungkin melindunginya. Sebelumnya ada Elijah, rekan April yang berencana menyusul mereka ke Oklahoma. Tapi Elijah sudah terlanjur tertangkap dan terbunuh. Kini yang mereka bisa pikirkan ada bagaimana mereka bisa kabur dari agen-agen rahasia nan kejam itu.

"Aku tidak mengerti, kenapa mereka sangat terobsesi dengan software yang aku buat April? Aku tidak bisa lari seperti ini terus!"

Jake mulai terlihat frustasi. April melihat kegelisahan dalam nada suaranya.

"Jake, my dear .. software yang kamu buat sangat berbahaya apabila jatuh di tangan yang salah, tugasku adalah melindungimu sampai Copper, pimpinanku kembali dari Cina dan mengambil data-data yang kamu buat itu, setelah itu kau selamat dan bisa hidup damai" April berusaha menenangkannya. "Bertahanlah 2 hari lagi, kita akan bertemu Copper di Florida"

Beberapa minggu yang lalu..

Software yang Jake buat adalah software yang mampu meretas isi data dari sebuah negara hanya dengan melalui komputer yang tersambung internet di negara itu. Bahkan data paling rahasia bisa diambil. Jake hanya seorang mahasiswa biasa yang terobsesi dengan komputer. Bersama Ryan, hacker jenius di kampusnya dia mengerjakan proyek itu sampai akhirnya saat proyek itu selesai. Beberapa bulan. entah bagaimana kemudian kabar itu tersebar di kalangan hacker dan agen-agen rahasia. Ada yang berusaha membobol data di komputer Jake. Beberapa hari kemudian Jake dan Ryan yang sedang dalam keadaan waspada melihat 5 orang misterius datang mendobrak ke apartemen Jake dan Ryan, berusaha mengambil data yang ada di komputer Jake. Jake dan Ryan sebelumnya sudah mewaspadai hal tersebut. Sebuah microchip menampung semua data yang mereka miliki tentang software itu. Data di komputernya hanya ada data sampah. Software itu ada di tangan Jake, software Granula. 

"Kau lebih berharga daripada aku, aku hanya membantumu sepersekian persen, kau harus hidup Jake" Begitu ucapan terakhir Ryan sebelum membantu Jake keluar dari jendela.

Saat pelarian itu, Jake bertemu dengan April yang berusaha membantunya menyelamatkan diri. April dan Elijah adalah agen yang berusaha melindungi Jake dan software yang dia buat. Ada beberapa agen pengkhianat yang berusaha mendapat software tersebut untuk dijual ke negara lain. April dan Elijah salah satu agen CIA yang dipercaya atasannya untuk melindungi Jake.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

"Dimana ini April?" Jake terbangun dari tidurnya di mobil. Beberapa hari ini dia kurang tidur. April entah sudah beberapa hari belum tidur. April memberinya obat tidur agar Jake bisa tidur tenang.

"Stevenson, daerah bagian Alabama. Sebentar lagi kita akan melewati Georgia dan segera sampai di Florida"
April menyetir mobil sembari melihat spion belakang, memastikan tidak ada yang mengikuti.

"April apakah kau tidak lelah, kelihatannya kau belum tidur dan selalu waspada"

"Ini sudah menjadi tugasku Jake, kau tidak usah mengkhawatirkanku"

"Umm..aku minta maaf tentang Elijah..aku belum sempat mengucapkan terimakasih kepadanya"

"Jake, sekali lagi aku tegaskan, itu tugas kami sebagai agen pelindungmu"

Sekitar pukul 12 malam mereka mulai memasuki perbatasan Georgia dan Alabama. April memutuskan mencari motel terdekat. Jake berkali-kali meminta untuk menggantikan menyetir tapi April selalu menolaknya.

"Aku tidak bisa mengambil resiko Jake"

Akhirnya mereka menginap di Albany Motel di  daerah Tallahasse, Georgia. Perjalanan mereka kurang dari sehari lagi sebelum bertemu Copper.

"Sepertinya aku terlalu banyak tidur April"

"Tidak apa-apa, kau melalui minggu-minggu pelarian yang berat..kita sudah 12 kali berpindah tempat Jake"

April masih mempersiapkan senjatanya dan beberapa alarm yang dipasang di sekitar kamar yang mereka tempati. Jake mencoba keluar dari kamar motel.

"Aku ingin membeli kopi di motel bagian depan, kau mau April?"

"Baiklah...Hati-hati Jake"

Jake berjalan menuju depan motel, pikiranna melayang kemana-mana. Nasib keluarganya belum jelas. Untung saja dia tidak memiliki pacar. Mungkin kalau dia punya, sang pacar sudah menjadi target pertama agen-agen sadis itu. Jake melihat sendiri bagaimana agen tersebut mencoba meledakkan mobil yang dinaikinya bersama April. April juga nyaris mati kalau saja Jake tidak memperingatkannya ketika ada agen yang mencoba menembaknya. Dua minggu terakhir benar-benar gila. Mungkin malam ini malam paling tenang. 

Jake kembali ke kamar dengan kopi. Dia tidak melihat April disana. Jake keluar lagi mencoba mencari April. April sedang membelakangi mobil. Jake mendekatinya, dan mendengar suara isak tangisan. April menangis.
Jake mencoba menenangkannya tapi April terlanjur menoleh dan melihat Jake datang. Dia mengusap air matanya sesegera mungkin.

"Maaf, kau jadi melihat ini.. ini tentang Elijah" April mencoba menenangkan nada bicaranya.

"Aku tidak tahu soal hubunganmu dan Elijah, aku kira kalian hanya sekedar partner"

"Kau harus tahu ini Jake, aku dan Elijah sudah menikah 20 tahun yang lalu, kami menikah saat umur kami 23 tahun" April tersenyum meskipun matanya masih sembab dan mengusap daguku. "Dulu kami punya anak, tapi keadaan membuat kami harus berpisah dengannya, mungkin umurnya seumuran dirimu..sekarang dia tinggal dengan bibinya"

Tepat ketika aku hendak menanggapi perkataan April, terdengar suara yang tak asing. Suara tembakan.

"Jakeee.. merunduk" April menjatuhkan Jake. Suara tembakan berjibaku. 

"Sial, apakah mereka tidak punya hari libur?" Jake yang sudah terbiasa dengan kejadian seperti ini, bertanya dengan kesal.

"Pembunuh tidak punya hari libur Jake, ayo kita cari mobil terdekat" 

Jake dan April bergegas berlari diiringi tembakan. Untung tidak ada yang mengenai mereka. April berhenti di sebuah mobil Land Rover. Entah milik siapa. Beberapa penghuni motel sudah berlarian panik. Membuat agen-agen itu ragu untuk menembak. Kesempatan bagi April dan Jake untuk kabur. Entah ini mobil keberapa yang mereka gunakan, yang penting mereka bisa lari dulu untuk sementara.

Jake dan April berhasil kabur dengan mobil yang mereka temukan di parkir motel. Butuh waktu cukup lama bagi agen-agen itu untuk menyadari targetnya telah kabur. Mereka menuju jalanan yang masih penuh hutan-hutan. Di tengah perjalanan April menghentikan mobilnya dan mencetuskan suatu rencana.

"Hey, Jake dengar .. aku ada rencana tapi aku ingin kau jangan panik" April mengeluarkan beberapa benda dari sakunya dan sebuah pistol. "Bawalah ini, alat pelacak dan pistol"

"Apa yang harus kulakukan?"

"Dengar, kita harus membuat kita terbunuh" Sebelum Jake menanggapi, April melanjutkan bicaranya sambil mengeluarkan 2 granat yang selalu dibawanya. "Kita akan meledakkan mobil ini, tapi sebelumnya kita harus keluar dari mobil ini , nah waktu itu juga aku  meledakkan mobil ini..sehingga ketika mereka menemukan mobil ini , mereka akan disibukkan mencari micro chip yang kau bawa dan mayat kita"

April menjalankan mobilnya. Belum ada agen yang mengikuti. Beberapa menit kemudian terlihat 3 mobil melaju dengan cepat.

"Ugh, mereka cepat sekali April"

"Oke, perubahan rencana..saat belokan ini kau harus segera lompat..bawa handphonemu juga"

"Tapi bagaimana denganmu?"

"Aku akan segera menyusul, setelah meledakkan mobil ini Jake..pastikan pelacak, pistol dan handphonemu selalu di tanganmu"

"Janji?"

"Janji"

Belokan sudah mulai terlihat, Jake bersiap melompat ke sisi kanan. April memandangnya seakan bertanya kesiapannya. Jake mengangguk. Mobil berbelok dengan tajam. Jake melompat ke hutan-hutan di jalan. Jake terlihat kesakitan setelah melompat namun segera bergerak cepat untuk bersembunyi. Mobil-mobil agen yang lewat tidak menyadarinya. Jake melihat mobil April melaju dikejar 3 mobil Audi warna hitam.

Jake mendengar handphonenya berbunyi. Lalu mengangkatnya. Ada suara April.

"Hey, Jake dengar.. jaga dirimu baik-baik. Meskipun kau masih berusia 17 tahun, aku yakin kau sudah cukup dewasa..  Copper akan menjemputmu, pastikan pelacakmu tidak hilang..Aku menyayangimu seperti anakku sendiri Jake.."

"April apa maksudmu?" Jake terlambat menyadari. Sekejap setelah Jake bertanya terdengar suara ledakan keras. Dari arah mobil April dan 3 mobil tadi melaju.

April mengorbankan dirinya untuk Jake. Air mata menetes dari matanya. Kini dia hanya sendiri tanpa siapa-siapa. Tidak ada April tidak ada Ellijah.

2 hari kemudian.

Jake sudah berada di Jacksonville, kota terbesar di Florida. Untuk mencapai sini dia menumpang beberapa kendaraan. Sepertinya para agen-agen sudah tidak mengejarnya lagi. Semua berkat pengorbanan April.  Sepertinya strategi mereka berhasil.

Jake dalam keadaan cukup lusuh berjalan menuju pusat kota. Tiba-tiba seseorang menepuk pundaknya. Jake menoleh dengan panik.

"Hey, Jake untunglah kau selamat" seorang pria berbadan besar, berambut keemasan dengan kumis cukup lebat dan menggunakan jaket kulit menyapanya. "Ini aku Copper"

Jake telah bertemu Copper. Atasan April dan Ellijah. Perjalanan beratnya akan segera berakhir hari ini.

"Pasti kau lapar, mari aku traktir makan"

Mereka menuju sebuah bistro. Soul Food Bistro. Sebuah bistro yang berada di daerah yang cukup sepi. Setelah memesan menu Copper mengajaknya berbicara.

"Aku minta maaf soal ayah dan ibumu..pasti berat sekali kehilangan mereka"

"Ayah dan ibuku? mereka sudah meninggal dalam kecelakaan waktu usiaku 1 tahun Copper, dan mengapa kau tahu?"

"Astaga, pasti April dan Ellijah belum bercerita kepadamu.." Copper menghela nafas panjang.

"Dengar Jake, April dan Ellijah....umm.. mereka adalah ayah dan ibumu. Kecelakaan itu hanya rekayasa untuk menghilangkan jejak mereka.Pekerjaan ini membuat mereka tidak memungkinkan untuk memiliki anak.Tapi mendadak, April hamil beberapa saat setelah mereka melakukan pernikahan secara diam-diam dan kau lahir"

Jake hanya bisa terdiam tak percaya dengan ucapan Copper.

"Mereka memutuskan untuk melindungimu dengan meminta bibimu memeliharamu" Copper melanjutkan bicaranya. "Harusnya kau tahu itu Jake, kau pikir darimana kemampuanmu membuat software itu berasal? Ayahmu, Ellijah adalah programmer terhebat kami dan jangan lupa juga ibumu, April adalah agen lapangan yang cukup handal"

"Kau tahu Jake, tindakan April meledakkan diri di mobil Land Rover itu sangat berani sekali, dia benar-benar menyayangimu"

"Dulu kami punya anak, tapi keadaan membuat kami harus berpisah dengannya, mung}juo a seumuran dirimu..sekarang dia tinggal dengan bibinya"

Pembicaraan malam kemarin dengan April terngiang-ngiang lagi. Jake memang tinggal dengan bibinya sampai umurnya 16 tahun. Jake juga mengingat bagaimana April selama ini memandangnya. Merawatnya ketika sulit tidur. Mengusap dagunya. Serta pembicaraan telepon terakhirnya dengan April.

"Aku menyayangimu seperti anakku sendiri Jake.."

"Kau harus kuat Jack, kau harus bertahan hidup demi mereka" Copper memberinya semangat.

Jake mengangguk sambil menahan air matanya. Kali ini sepertinya susah ditahan.

"Astaga, cuaca disini cerah sekali berbeda sekali dengan tempat terakhir yang kudatangi..Rusia begitu mendung"

Jack berhenti menyeruput kopinya. Kemudian berdiri. Mengeluarkan senjatanya dan menembak Copper , tembakannya sedikit meleset 12 cm di sebelah jantungnya"

"Uhuukk..apa yang kau lakukan Jake, Copper jatuh tak berdaya dari kursinya.. Beberapa pelayan bistro keluar dan terpekik kaget lalu berteriak.

"April bilang kau akan datang dari Cina dan bagaimana kau bisa tahu mobil yang kukendarai terakhir adalah Land Rover?"

Copper mencoba bicara namun kesulitan.

"Jake, bantu aku..dengarkan penjelasanku.." Copper mencoba menarik nafas dan berbicara terbata-bata. "Yang kami inginkan..ugh... bukan softwaremu, tapi kau Jake..kami ingin merekrutmu ughh..tapi April dan Ellijah bersikeras melindungimu saat kami mengutarakan pendapat ini" Copper terbatuk-batuk sambil berusaha menghentikan pendarahannya.

Jake berlari  sembari meninggalkan pelacaknya. meninggalkan Copper yang sekarat sebelum keadaaan di sekitar bistro menjadi ramai. Kini yang harus dia lakukan hanyalah bertahan hidup dan tidak mempercayai orang lain.

Aku harus hidup demi April dan Ellijah. Mereka sudah berkorban demi kebebasanku.


Pelarian ini tidak boleh sia-sia.












4 comments:

  1. ceritamu selalu tidak bisa ditebak akhirnya

    ReplyDelete
  2. Setting di Amerika, tokoh utama pemuda "kompeten" dan tema keluarga... :) Suka yang shocking ending ya Kaka?

    ReplyDelete
  3. Hahaha tahu aja, kebetulan saya lagi belajar tentang Amerika .. yah semacam suspense :P.. thank ya

    ReplyDelete